Logo
images

Menuju industri berbasis 4.0

Kebutuhan air minum dalam kemasan (AMDK) di provinsi Lampung terus meningkat, hal tersebut menyebabkan industri harus mampu meningkatkan jumlah produk yang mereka produksi dengan tetap mempertahankan kualitas produk yang dihasilkan.
Beban produksi yang meningkat menjadikan perusahaan harus membuat sistem pemantauan kualitas produk yang lebih cepat dan akurat agar dapatmengambil keputusan yang tepat. Oleh karena itu maka diperlukan sistem pemantau kualitas air secara kontinyu yang dapat memberikan informasi secara real time. Data yang dihasilkan selanjutnya dapat disimpan dalam suatu database yang dapat diakses dengan menggunakan jaringan internet dari berbagai macam tempat dan jenis user untuk berbagai macam keperluan.

Balai Riset dan Standardisasi Industri Bandar Lampung sebagai salah satu Satuan Kerja (Satker) yang berada di bawah Kementerian Perindustrian memiliki Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) melakukan penelitian dan pengembangan produk untuk dapat dimanfaatkan oleh Industri yang berada di Provinsi Lampung khususnya dan juga negara Republik Indonesia Umumnya. Untuk mencapai tujuan tersebut, Baristand Industri Bandar Lampung telah membuat fokus riset yaitu “Teknologi Pengolahan Berbasis Komoditi Lokal dan Otomatisasi Proses Industri”.

Salah satu penelitian terkait dengan pengembangan industri berbasis 4.0, Baristand Industri Bandar Lampung pada tahun ini melakukan kegiatan penelitian yang merupakan lanjutan dari tahun 2018, dengan judul penelitian yaitu Alat Pengukur Kualitas Air Pada Perusahaan Air Minum dalam Kemasan (AMDK) berbasis industri 4.0. Alat ini dibuat untuk memantau sekaligus memberi informasi secara realtime mengenai kualitas air untuk parameter Suhu, pH, Konduktivitidan Total Disolved Solid (TDS).

Model pemantauan kualitas air yang digunakan merupakan suatu kegiatan telemetri dimana tele adalah jarak jauh, metri adalah pengukuran, sehingga telemetri adalah pengukuran jarak jauh. Berdasarkan pada metode pengambilan datanya, model yang  yang digunakan dalam kegiatan pengembangan sistem pemantau air online kali ini menggunakan mekanisme time base telemetri yaitu pengiriman data berdasarkan pada durasi waktu tertentu. Hal tersebut dikarenan pada sistem ini dirancang untuk melakukan pemantuan secara real time menurut selang waktu yang telah ditentukan.  (Wahjono, 2006).

Pembuatan alat ini membutuhkan beberapa perangkat hardware dan software pendukung, seperti alat sensor, sistem pengolahan data yang terdiri dari PC,  server dan database server. Selain itu, digunakan pula bahasa pemrograman dan web design untuk tampilan aplikasinya. Alat yang telah dibuat selanjutnya divalidasi dengan menggunakan bahan standar. Lalu alat diaplikasikan di perusahaan AMDK  PT. Trijaya Tirta Dharma untuk melihat kinerja penggunaan alat. Data pengukuran diambil selama satu minggu, lalu dibuat sebaran hasil pengukurannya.

Data yang telah dihasilkan dari pengukuran alat, selanjutnya dapat dibuka dengan berbagai macam browser baik melalu PC maupun Smartphone. Namun untuk dapat mengakses data tersebut, maka operator/petugas pemantau harus memiliki kode akses terlebih dahulu. hal tersebut bertujuan agar tidak sembarang orang yang membuka data yang ada.

Alat pemantau kualitas air tersebut telah berhasil diaplikasikan di perusahaan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) PT. Trijaya Tirta Dharma  dalam bentuk kerjasama dengan Balai Riset dan Standardisasi Industri Bandar Lampung. Saat ini alat tersebut masih dalam proses hak paten di kemeterian hukum dan HAM.


TAG

Dipost Oleh brsbl

Administrator Website Balai Riset dan Standardisasi Industri Bandar Lampung

Tinggalkan Komentar